Publish 11 Aug 2026 · Tim Submitin.id

Perbedaan Turnitin Repository dan No Repository, Mana yang Harus Dipilih?

Kenali apa itu repository Turnitin, fungsi, perbedaan dengan no repository, serta kapan sebaiknya menggunakan masing-masing untuk menghindari similarity meningkat.

Perbedaan Turnitin Repository dan No Repository, Mana yang Harus Dipilih?

 

Saat menggunakan Turnitin, kamu mungkin pernah menemukan pilihan Repository dan No Repository. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang belum memahami perbedaannya. Akibatnya, similarity dokumen yang dicek ulang menjadi 100%.

Lalu, apa sebenarnya repository itu? Dan kapan sebaiknya menggunakan repository atau no repository?

Apa Itu Repository Turnitin?

Repository adalah database penyimpanan milik Turnitin. Ketika dokumen diunggah menggunakan sistem repository, file tersebut akan disimpan di database Turnitin dan menjadi referensi untuk pengecekan dokumen lain di masa mendatang. Artinya, jika ada dokumen yang memiliki isi yang sama atau sangat mirip, Turnitin dapat mendeteksinya sebagai kemiripan (similarity).

Fungsi Repository

Repository memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  • Menyimpan dokumen sebagai arsip permanen di database Turnitin.

  • Mencegah plagiarisme dengan membandingkan dokumen baru terhadap dokumen yang sudah tersimpan.

  • Membantu institusi menjaga orisinalitas karya ilmiah yang telah dikumpulkan.

Sistem ini umumnya digunakan oleh universitas saat pengumpulan tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, atau tugas yang sudah final.

Kapan Menggunakan Repository?

  • Pengumpulan dokumen final, seperti tugas akhir, skripsi, atau tesis yang sudah siap diserahkan kepada kampus.

  • Untuk mencegah plagiarisme, karena dokumen akan disimpan di database Turnitin dan digunakan sebagai pembanding untuk mendeteksi kemiripan pada dokumen lain di masa mendatang.

Apa Itu No Repository?

No Repository adalah opsi pengecekan di mana dokumen tidak disimpan ke database Turnitin. Dengan kata lain, dokumen tetap dibandingkan dengan jurnal, website, buku, dan sumber lain yang ada di database Turnitin, tetapi setelah proses selesai, file tersebut tidak menjadi bagian dari repository. Dengan demikian, kamu bisa melakukan pengecekan berulang tanpa khawatir dokumenmu tersimpan dan terdeteksi sebagai kemiripan pada pengecekan berikutnya.

Kapan Menggunakan No Repository?

  • Dokumen masih dalam tahap revisi dan perlu dicek beberapa kali tanpa khawatir similarity meningkat.

  • Untuk pengecekan awal, sehingga hasil similarity dapat dievaluasi dan diperbaiki terlebih dahulu tanpa dokumen tersimpan di repository.

Perbedaan Repository dan No Repository

Repository No Repository
Dokumen disimpan di database Turnitin. Dokumen tidak disimpan di database Turnitin.
Akan menjadi referensi pengecekan dokumen lain. Tidak menjadi referensi untuk pengecekan berikutnya.
Cocok untuk dokumen final yang akan dikumpulkan. Cocok untuk pengecekan mandiri sebelum revisi atau pengumpulan.
Berpotensi menyebabkan self-plagiarism jika file yang sama dicek kembali. Aman untuk pengecekan berulang karena file tidak tersimpan.

Kesalahan yang Masih Sering Terjadi

Banyak mahasiswa mengecek Turnitin tanpa memastikan apakah layanan yang digunakan No Repository atau Repository. Jika dokumen yang masih direvisi tersimpan di repository, pengecekan ulang dapat membuat similarity meningkat karena file sebelumnya menjadi sumber pembanding.

Karena itu, untuk dokumen yang masih direvisi, gunakan No Repository. Sebelum mengecek, pastikan jenis repository yang digunakan agar terhindar dari masalah similarity saat pengecekan berikutnya.

← Kembali ke blog