Publish 20 Aug 2026 · Tim Submitin.id

Cara Parafrase yang Benar agar Skor Similarity Tidak Tinggi

Bukan cuma ganti sinonim! Pelajari 5 teknik parafrase yang benar, lengkap dengan contoh dan tips agar tulisan lebih natural dan tidak terlalu mirip sumber.

Cara Parafrase yang Benar agar Skor Similarity Tidak Tinggi

Pernah merasa sudah melakukan parafrase, tetapi skor similarity pada tulisan masih cukup tinggi? Bisa jadi, kamu masih menggunakan struktur kalimat yang terlalu mirip dengan sumber.

Parafrase bukan sekadar mengganti kata dengan sinonim. Kamu perlu memahami ide dari sumber, kemudian menyampaikannya kembali dengan susunan dan gaya bahasa sendiri. Dengan begitu, tulisan tetap memiliki makna yang sama tanpa terlalu bergantung pada struktur kalimat asli.

Lalu, bagaimana cara melakukan parafrase yang benar? Yuk, simak beberapa tekniknya!

5 Teknik Parafrase yang Bisa Kamu Coba

1. Ubah Struktur Kalimat, Bukan Cuma Sinonim

Teknik pertama adalah mengubah struktur kalimat secara keseluruhan.

Kamu bisa mengubah posisi subjek dan objek, mengubah bentuk aktif menjadi pasif, atau memulai kalimat dari informasi yang sebelumnya berada di bagian akhir.

Contoh:

Kalimat asli:

Media sosial memberikan dampak negatif pada kesehatan mental remaja.

Parafrase:

Kesehatan mental remaja dapat terdampak secara negatif akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.

Perhatikan bahwa perubahan bukan hanya pada kata, tetapi juga pada susunan informasi dalam kalimat.

Tips: Saat melakukan parafrase, jangan terpaku pada susunan kalimat sumber. Setelah memahami isinya, coba tuliskan kembali dengan pola yang muncul secara alami dari pemahamanmu.

2. Gunakan Teknik Pecah–Gabung Kalimat

Kalimat yang terlalu panjang bisa dipecah menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipahami dan tidak terasa padat.

Contoh kalimat panjang:

Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran memberikan kemudahan bagi mahasiswa karena mereka dapat mengakses berbagai sumber informasi secara cepat dan belajar dari berbagai tempat.

Parafrase dengan teknik pecah:

Teknologi digital memudahkan proses pembelajaran bagi mahasiswa. Hal ini karena mereka dapat memperoleh berbagai sumber informasi dengan lebih cepat. Selain itu, proses belajar juga dapat dilakukan dari berbagai lokasi tanpa batasan tempat.

Sebaliknya, jika sumber terdiri dari beberapa kalimat pendek, kamu dapat menggabungkannya menjadi satu kalimat yang lebih padu dengan menggunakan kata penghubung yang sesuai, seperti selain itu, akibatnya, karena, sehingga, atau sementara itu.

Contoh teknik gabung:

Mahasiswa dapat mengakses berbagai sumber informasi dengan cepat. Mereka juga dapat belajar dari berbagai tempat tanpa batasan ruang.

Parafrase dengan teknik gabung:

Kemudahan akses terhadap berbagai sumber informasi memungkinkan mahasiswa untuk belajar dari berbagai tempat tanpa terbatas oleh lokasi tertentu.

Teknik ini membantu membuat struktur tulisan menjadi lebih fleksibel sekaligus tetap mempertahankan hubungan antaride.

3. Ubah Urutan Informasi

Selain mengubah struktur satu kalimat, kamu juga bisa mengubah urutan penyampaian informasi.

Misalnya, sumber menjelaskan penyebab → akibat, kamu dapat menyampaikannya dengan pola akibat → penyebab selama maknanya tetap sama.

Kalimat asli:

Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur pada remaja.

Parafrase:

Gangguan tidur pada remaja salah satunya berkaitan dengan penggunaan media sosial yang dilakukan secara berlebihan.

Ide yang disampaikan tetap sama, tetapi titik awal kalimatnya berbeda.

4. Gunakan Istilah yang Sesuai dengan Konteks

Tidak semua kata harus diganti. Beberapa istilah memang perlu dipertahankan karena merupakan istilah teknis atau konsep tertentu.

Misalnya, istilah seperti digital marketing, artificial intelligence, atau financial technology tidak harus dipaksakan menjadi istilah lain jika perubahan tersebut justru membuat maknanya tidak tepat.

Fokuslah pada bagian yang memang bisa ditulis ulang, seperti struktur kalimat, cara menjelaskan ide, dan hubungan antar informasi.

5. Tulis Berdasarkan Pemahaman Sendiri

Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk menghasilkan parafrase yang natural.

Coba lakukan langkah berikut:

Baca → Pahami → Tutup sumber → Tulis ulang → Bandingkan → Perbaiki.

Setelah membaca sumber, jangan langsung melihat teks sambil mengganti kata satu per satu. Tutup terlebih dahulu sumbernya, lalu jelaskan kembali informasi tersebut menggunakan bahasa yang kamu pahami.

Setelah selesai, buka kembali sumber untuk memastikan tidak ada informasi penting yang berubah atau terlewat.

Kesalahan Parafrase yang Sering Dilakukan

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari:

  • Mengganti kata dengan sinonim satu per satu

  • Mempertahankan struktur kalimat sumber

  • Hanya mengubah beberapa kata

  • Menggunakan tools paraphrase secara mentah tanpa melakukan editing

  • Mengubah kata tetapi justru mengubah makna

  • Menghilangkan informasi penting dari sumber

  • Lupa mencantumkan sitasi

Ingat, tujuan parafrase bukan sekadar membuat tulisan terlihat berbeda. Yang paling penting adalah menyampaikan kembali ide sumber secara akurat dengan bahasa sendiri.

Kesimpulan

Parafrase yang baik bukan berarti mengganti sebanyak mungkin kata dalam sebuah kalimat. Pahami ide dari sumber, kemudian sampaikan kembali dengan struktur dan gaya bahasa sendiri.

Beberapa teknik yang bisa dicoba adalah mengubah struktur kalimat, menggunakan teknik pecah–gabung kalimat, mengubah urutan informasi, serta menulis berdasarkan pemahaman sendiri.

Setelah itu, lakukan pengecekan similarity dan review kembali tulisanmu. Dengan begitu, kamu tidak hanya berusaha mendapatkan skor similarity yang lebih rendah, tetapi juga menghasilkan tulisan yang lebih natural, akurat, dan tetap bertanggung jawab secara akademik.

← Kembali ke blog