Apa Itu Parafrase? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
Apa itu parafrase? Yuk, simak pengertian, fungsi, cara melakukan, serta contoh parafrase yang benar!
Dalam penulisan akademik, mahasiswa sering menggunakan informasi dari berbagai sumber untuk mendukung argumentasi dan pembahasan. Informasi tersebut dapat disampaikan dalam bentuk kutipan langsung maupun parafrase.
Parafrase adalah proses menyampaikan kembali informasi atau gagasan dari suatu sumber menggunakan kata-kata dan struktur kalimat sendiri tanpa mengubah makna aslinya. Meskipun ditulis dengan bahasa yang berbeda, gagasan yang berasal dari sumber tetap perlu disertai sitasi.
Fungsi Parafrase
Membantu Menjelaskan Informasi
Parafrase memungkinkan penulis menjelaskan gagasan dari suatu sumber menggunakan gaya bahasa yang lebih sesuai dengan konteks tulisan. Dengan demikian, informasi dari referensi dapat disampaikan secara lebih mudah dipahami tanpa mengubah inti pembahasannya.
Mengintegrasikan Sumber
Dalam karya ilmiah, berbagai sumber perlu dihubungkan dengan argumentasi yang sedang dibangun. Parafrase dapat membantu mengintegrasikan informasi dari sumber ke dalam pembahasan sehingga tulisan tidak hanya berisi kumpulan kutipan.
Menghindari Kutipan Berlebihan
Tidak semua informasi harus ditulis menggunakan kutipan langsung. Parafrase dapat digunakan ketika penulis ingin menyampaikan inti gagasan dari suatu sumber tanpa menyalin kalimat aslinya secara langsung.
Namun, parafrase bukan berarti menghilangkan sumber. Gagasan yang berasal dari referensi tetap harus dicantumkan sitasinya, meskipun susunan kalimat dan pilihan katanya telah diubah.
Contoh Parafrase yang Benar
Untuk memahami parafrase dengan lebih jelas, perhatikan contoh berikut.
Kalimat asli:
Literasi digital merupakan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab.
Parafrase yang benar:
Kemampuan literasi digital mencakup kecakapan seseorang dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif dengan tetap memperhatikan penggunaan yang bertanggung jawab.
Pada contoh tersebut, struktur kalimat telah diubah dan beberapa pilihan kata disesuaikan, tetapi makna utama dari kalimat asli tetap dipertahankan.
Penting: Parafrase yang benar bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Penulis perlu memahami gagasan dari sumber terlebih dahulu, kemudian menyampaikannya kembali menggunakan struktur dan bahasa sendiri.
Contoh yang kurang tepat:
Literasi digital merupakan kemampuan individu dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab.
Contoh tersebut masih terlalu dekat dengan kalimat asli karena sebagian besar struktur dan susunan katanya tetap sama. Mengganti satu atau dua kata saja belum dapat disebut sebagai parafrase yang baik.
Cara Melakukan Parafrase Menggunakan 5 Teknik
Agar hasil parafrase tidak terlalu mirip dengan sumber asli dan tetap mempertahankan maknanya, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
-
Ubah struktur kalimat, bukan cuma sinonim
-
Gunakan Teknik Pecah-Gabung Kalimat
-
Ubah Urutan Informasi
-
Gunakan Istilah yang Sesuai dengan Konteks
-
Tulis Berdasarkan Pemahaman Sendiri.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Melakukan Parafrase
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Jangan hanya mengganti kata dengan sinonim.
-
Jangan mengubah makna atau konteks informasi dari sumber.
-
Gunakan struktur kalimat yang berbeda dan alami.
-
Pastikan informasi yang diparafrasekan tetap sesuai dengan sumber.
-
Tetap cantumkan sitasi meskipun tidak menggunakan kalimat asli.
-
Hindari membuat parafrase terlalu mirip dengan struktur sumber.
Dengan demikian, parafrase yang baik tetap menunjukkan pemahaman penulis terhadap sumber, bukan sekadar perubahan kata pada kalimat asli.
Kesimpulan
Dalam penulisan akademik, parafrase dapat membantu menjelaskan informasi, mengintegrasikan berbagai sumber, serta mengurangi penggunaan kutipan langsung yang berlebihan. Namun, melakukan parafrase tidak cukup dengan mengganti beberapa kata menggunakan sinonim. Penulis perlu memahami gagasan sumber, menyusunnya kembali dengan bahasa sendiri, memastikan maknanya tetap sama, dan tetap mencantumkan sitasi.